Saat ulang tahunku yang ke 17, seorang kawan baik memberikan puisi ini sebagai hadiah ulang tahun. Selama bertahun-tahun puisi ini selalu ada di dinding kamarku dan semakin umurku bertambah, semakin menguat makna dan spirit dari puisi ini. Aku adalah Elang.

nasehat elang

‘Nasehat Elang Pada Anaknya’ Disadur dari buku “pesan dari Timur” Karya M.Iqbal

Kau tahu bahwa semua elang hanya pantas bagi sesama elang
Dengan segenggam sayap, masing-masing memiliki kaki singa
Harus berani dan hormat diri, sergaplah mangsa yang besar saja
Jangan bersibuk dengan ayam hutan, burung weliwis dan pipit
Kecuali jika kau inginkan kepandaian berburu

Adalah hina, pengecut tanpa berusaha mengeram
Membersihkan paruh kotor dengan mengambil makanan dari tanah
Elang tolol yang meniru cara burung pipit yang pemalu
Kan menjumpai nasib malang
Sebab dialah yang akan menjadi mangsa buruan

Ku tahu banyak elang yang jatuh dalam debu di mata mangsanya
Oleh karena mereka memilih jalan hidup burung pemakan gandum
Peliharalah martabatmu hingga hidupmu bahagia
Selalulah geram, keras, berani dan kuat dalam perjuangan hidup
Biarlah ayam hutan yang malang punya tubuh indah dan langsing
Bangunlah dirimu kokoh seteguh tanduk rusa jantan
Apapun kesenangan yang berasal dari dunia fana di sini,
Datang dari hidup yang penuh keberanian, ketabahan dan kecermatan

Nasehat berharga yang telah diberikan elang pada anaknya

Jadikan tetesan darah kemilatmu berkilat-kilat bagai manikam
Jangan kehilangan diri dalam penggembalaan domba dan kerbau
Jadilah dirimu seperti nenek moyangmu semenjak dulu

Kuingat dengan baik betapa orangtuaku senantiasa menasehatiku
Kita para elang tak mencari perlindungan di taman dan ladang manusia
Surga kita di puncak-puncak gunung, gurun-gurun luas dan tebing-tebing jurang
Bagi kita haram menjemput butir-butir jelai dari tanah
Sebab tuhan telah memberi kita ruang lebih tinggi yang tak terbatas

Penduduk kelahiran angkasa yang berdiam di bumi
Di mataku lebih buruk dari kelahiran bumi

Bagi elang ladang buruannya adalah karang dan batu jurang
Karang baginya adalah batu gosok untuk mempertajam cakar-cakarnya

Kau adalah salah seorang anak kebuasan yang bermata dingin
Keturunan paling murni dari burung garuda
Jika seekor elang muda di tantang oleh seekor harimau
Tanpa mengenal takut,
Ia akan membelalakan matanya
Terbangmu pasti dan megah
Seperti terbang malaikat-malaikat
Dalam nadimu mengalir darah raja purba puncak-puncak gunung

Di bawah kolong langit yang luas ini kau tinggal
Martabat terangkat oleh matamu
Tak boleh meminta makanan dari tangan orang lain kapanpun saja
Baiklah kau membawa diri
Dan dengarkan selalu nasehat yang baik dan luhur !